Advertisement

Thursday, March 31, 2016

Silsilah Ustadz Yusuf Mansur, Ternyata Ulama Betawi Keturunan Raden Fattah?

author photo
SebarHidayah.com - Ustadz Yusuf Mansur, kelahiran Jakarta, 19 Desember 1976, dikenal sebagai mubaligh, pengusaha sekaligus pimpinan dari pondok pesantren Daarul Quran Ketapang, Cipondoh, Tangerang.

Ia lahir dari pasangan Abdurrahman Mimbar (Kendal) dan Humrifíah (Betawi). Dan bila diselusuri jalur silsilahnya, beliau masih terhitung keturunan Raden Fattah.



Jalur Silsilah Ustadz Yusuf Mansur

Sebagaimana sudah diketahui khalayak umum, Ustadz Yusuf Mansyur dari pihak ibunya, merupakan cicit (buyut) dari Ulama Betawi dan Tokoh Nahdatul Ulama Jakarta, KH. Muhammad Mansur (Guru Mansur). Dimana Guru Mansur adalah keturunan dari Pangeran Cakrajaya Nitikusuma IV.

01. Ustadz Yusuf Mansur bin
02. Humrif’ah binti
03. Hj. Rafi’ah binti
04. Guru Mansur (KH. Muhammad Mansur) bin
05. Imam Abdul Hamid bin
06. Imam Muhammad Damiri bin
07. Imam Habib bin
08. Radin Abdul Mukhit bin
09. Pangeran Cakrajaya Nitikusuma IV

Pangeran Cakrajaya Nitikusuma IV, dikenal juga dengan gelar Tumenggung Mataram, beliau sering bolak balik antara Jayakarta dan Mataram dalam rangka melakukan konsolidasi perlawanan terhadap penjajah Belanda.



Pangeran Cakrajaya jalur trah-nya akan tersambung kepada Pendiri Kesultanan Demak Raden Fattah, ia gugur syahid dan kemudian dimakamkan di Halaman Masjid Al Mansur Sawah Lio Jakarta Barat.

Jalur silsilah Ustadz Yusuf Mansur dari pihak ayahnya Abdurrahman Mimbar, masih diselimuti misteri.

Data yang terlacak, beliau merupakan keturunan tokoh Masyumi, KH. Mahfud Mimbar, ulama pejuang dari Kaliwungu-Kendal (sumber : HanifanMuslima (twitter.com)).



Ustadz Mahfudz Mimbar merupakan tokoh pelopor berdirinya Muhammadiyah di Kaliwungu, yang mengawali Pengajian Tauhid di kampung Sawahjati.

Kyai Mahfudz Mimbar dikenal sosok yang alim, pandai qiraah dengan suaranya yang merdu dan juga seorang ahli tafsir dan ahli hadits (sumber : Sejarah Muhammadiyah Kaliwungu Kendal [hal.62]), beliau juga tercatat sebagai salah seorang Ulama Huffazh di Indonesia (sumber : Sejarah berdirinya Jam’iyyatul Qurra` Wal Hufafzh).

WaLlahu a’lamu bishshawab

sumber: kanzunqalam.com

This post have 0 comments

Silahkan Tambahkan Komentar Kamu Disini!
EmoticonEmoticon

Next article Next Post
Previous article Previous Post